Endy Santoso

Bermula dari satu outlet di Kota Surabaya yang dalam waktu 3 bulan omsetnya menembus angka 2000 porsi dimsum perhari, Dimsum Choie kemudian menjadi pelopor dimsum kaki lima di jawa timur dan dalam waktu kurang dari setahun tumbuh menjadi perusahaan kuliner besar, DIMSUM CHOIE GROUP, yang mensuplai banyak outlet di hampir seluruh kota besar di Indonesia dan memiliki beberapa anak perusahaan ; Repoeblik Cafe, Mow-Mow steak and grill, Takkeimura, Ikimura, Sukasuki. Kesadaran kami membangun bisnis ini bermula dari kecintaan kami pada olahan dimsum yang notabene banyak dijual di hotel-hotel berbintang, restoran maupun cafe dengan harga yang relatif tidak terjangkau semua kalangan. beberapa dimsum yang dijual secara lebih 'merakyat'pun biasanya hadir dengan kualitas asal-asalan dan justru merusak cita rasa dimsum itu sendiri. Bermodal ketekatan kuat, chef-chef berpengalaman international dan studi pasar yang berkelanjutan, kami akhirnya berhasil membuat produk olahan dimsum berkualitas bintang lima dengan target pasar yang lebih luas karena harganya yang murah. Nama Choie sendiri berasal dari kata panggilan untuk teman "cuy/coi". misal pada kalimat ; "makan dimsum bareng yuk coi" atau "cuy, mau makan dimsum gak?". Kami berharap nama ini menjadi lekat, mudah diingat dan membawa suasana akrab dimanapun anda menikmati dimsum choie.